SRAGEN – Sebagai upaya menjaga standar mutu pendidikan dan akuntabilitas manajemen sekolah, SMK NU Tanon baru-baru ini melaksanakan agenda tahunan yang krusial, yaitu Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah (EKKS). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk memotret sejauh mana efektivitas kepemimpinan dalam memajukan sekolah.
Apa Itu EKKS?
EKKS merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data yang dikerjakan oleh tim penilai (biasanya dari Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan) mengenai kualitas kerja Kepala Sekolah dalam melaksanakan tugas pokoknya.
Di SMK NU Tanon, evaluasi ini menjadi cermin bagi seluruh sivitas akademika untuk melihat pencapaian selama satu tahun terakhir serta menentukan arah perbaikan di masa depan.
Poin Utama Penilaian
Dalam pelaksanaannya, tim penilai melakukan verifikasi dokumen dan wawancara yang mencakup beberapa kompetensi inti, di antaranya:
- Kompetensi Manajerial: Bagaimana kepala sekolah mengelola pendidik, tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana sekolah.
- Pengembangan Kewirausahaan: Inovasi sekolah dalam menciptakan kemandirian, terutama yang relevan dengan kurikulum SMK.
- Supervisi Akademik: Upaya pemantauan dan peningkatan kualitas mengajar guru di kelas.
- Kepemimpinan Sekolah: Cara kepala sekolah menggerakkan visi dan misi SMK NU Tanon agar selaras dengan kebutuhan dunia industri.
Sinergi Nilai Ma’arif dan Profesionalisme
Salah satu hal yang menonjol di SMK NU Tanon adalah integrasi antara profesionalisme kerja dengan nilai-nilai karakter Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Penilaian EKKS di sini juga merefleksikan bagaimana kepemimpinan sekolah mampu menjaga budaya disiplin dan religius di tengah tantangan digitalisasi pendidikan.
“EKKS bukan bertujuan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk menemukan potensi yang bisa dikembangkan dan memperbaiki kekurangan demi kemajuan siswa-siswi SMK NU Tanon.”
Dampak Bagi Siswa dan Sekolah
Hasil dari EKKS ini diharapkan memberikan dampak langsung pada:
- Peningkatan Mutu Lulusan: Manajemen yang tertata rapi akan menghasilkan lingkungan belajar yang kondusif.
- Kepercayaan Masyarakat: Transparansi kinerja kepala sekolah meningkatkan kepercayaan orang tua wali murid terhadap SMK NU Tanon.
- Kesiapan Kerja: Fokus pada pengembangan kewirausahaan memastikan siswa lebih siap menghadapi dunia kerja (IDUKA).





Leave a Reply